Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Furnace Laboratorium : Sistem dan Cara Perawatannya

Furnace Laboratorium : Sistem dan Cara Perawatannya

Tuesday, 27 October 2026

Furnace atau tanur adalah instrumen pemanas dengan suhu tinggi yang diaplikasikan untuk beragam kebutuhan, baik untuk kebutuhan uji laboratorium maupun untuk proses manufaktur. Umumnya Alat Furnace memiliki range suhu yang dapat mencapai 1000oC atau lebih, yang mana range ini disesuaikan dengan kebutuhan yang dituju. Secara garis besar, alat furnace digunakan untuk membakar, mengabukan, melelehkan suatu material. Dalam kasus tertentu, alat furnace juga diperuntukkan untuk proses kalsinasi (calcination), proses annealing, proses curing, reaksi pirolisis dan lainnya. Artikel ini akan fokus untuk membahas berbagai tipe furnace laboratorium yang disertai prinsip kerja dan cara maintenancenya.

Furnace laboratorium adalah tanur yang diperuntukkan untuk kebutuhan laboratorium. Dahulu, furnace terbuat dari tungku api dan dioperasikan secara manual. Namun seiring berjalannya waktu dan improvisasi yang terus dilakukan, instrumen furnace laboratorium kini menggunakan listrik sebagai sumber arus listriknya sehingga sering juga dikenal sebagai tanur listrik. Bahkan telah tersedia Alat furnace yang telah dibekali dengan kontrol suhu pada controller dengan display digital baik menggunakan tombol maupun dengan layar sentuh (touch screen). Alat ini bekerja dengan prinsip pengubahan energi listrik menjadi energi panas yang ditransfer ke sampel yang berada dalam chamber terisolasi melalui sirkulasi udara panas.

 

Sistem pada Alat Furnace

Dalam hal ini, ketika alat furnace telah dinyalakan dan diatur temperatur targetnya, maka sistem akan mengaktifkan elemen pemanas yang berada di sisi samping chamber. Panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas ini kemudian mengalir dalam chamber dan tersirkulasi secara natural dalam chamber. Dalam chamber, terdapat sensor termokopel (thermocouple) yang berfungsi untuk monitoring suhu dalam chamber. Sensor ini terkoneksi langsung dengan PID controller yang memungkinkan controller untuk melakukan adjustment terhadap intensitas elemen pemanas. Adanya lapisan isolasi dalam chamber dan batu api pada pintu furnace mendukung terakumulasinya panas dalam chamber dengan optimum dan dikontrol oleh sistem.

Thermocouple dalam chamber analisis membantu memantau stabilitas suhu aktual dalam chamber dan terhubung langsung dengan Controller. Jika suhu chamber melewati batas toleransi, maka controller akan memberikan sinyal sehingga intensitas elemen pemanas akan disesuaikan untuk mencapai suhu yang ditargetkan. Sebagai hasilnya, suhu panas yang dihasilkan stabil dan teralirkan dalam sampel dengan optimal sehingga hasil pemanasan dan/atau pengabuan optimal. Di sisi lain, Alat Furnace biasanya juga dilengkapi dengan timer untuk menahan suhu target dalam kurun waktu tertentu. Biasanya Alat furnace telah dibekali dengan alarm yang dapat mendukung keselamatan user yang menggunakan Alat. Dengan begitu, pengujian yang dilakukan akan berlangsung dengan optimal dan efisien. Berbagai bagian - bagian furnace yang telah dijelaskan ini ditunjukkan pada Gambar 1. 

 
Gambar 1. Ilustrasi Alat Furnace Laboratorium dan Bagian - Bagiannya
 

Tipe - tipe Furnace Laboratorium

Meski tipe furnace yang paling dikenal adalah Muffle Furnace, namun terdapat berbagai tipe furnace lainnya yang beredar dan disesuaikan dengan kebutuhan yang dituju. Setiapnya dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
 

1.Muffle Furnace

Muffle furnace adalah instrumen laboratorium yang digunakan untuk memanaskan suatu material pada suhu tinggi dengan sistem terisolasi. Umumnya, muffle furnace digunakan sebagai instrumen untuk mengabukan sampel dimana seluruh komponen organik yang terkandung dalam sampel akan habis teroksidasi sehingga hanya material anorganik yang tersisa. Muffle furnace seringkali diaplikasikan dalam lingkup pengujian kadar abu atau kadar material anorganik pada sampel makanan dan minuman, bahan baku obat tradisional, penentuan material anorganik pada sampel gigi untuk wilayah kedokteran, dan berbagai aplikasi lainnya. Bahkan muffle furnace juga diaplikasikan untuk bidang kimia lingkungan ataupun kosmetik yang melibatkan adsorben dalam pembuatan produknya.
 
Secara umum, muffle furnace dibagi kelasnya menjadi 2 berdasarkan fitur yang dibawanya. Kategori tersebut adalah Muffle furnace premium dan Muffle furnace kelas ekonomi. Untuk Muffle furnace kelas ekonomi, display yang ditawarkan masih menggunakan tombol yang hanya dapat dioperasikan dengan menggunakan 1 program. Meskipun begitu, suhu aktual dan suhu yang diatur dapat dilihat pada display digitalnya. Di lain sisi, Muffle Furnace kelas premium telah dibekali dengan display layar sentuh sehingga sangat mudah untuk dioperasikan.
 
 
Gambar 2. Tampilan Alat Muffle Furnace
 
2. Ashing Furnace
 
Ashing furnace adalah furnace tipe Muffle Furnace yang sedikit mengalami improvisasi dan dapat menanggulangi sampel dengan kadar material organik yang lebih besar dibandingkan Muffle furnace biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem sirkulasi udara sehingga terjadi siklus pergantian udara bahkan hingga 6x per menit. Sebagai hasilnya, sistem tetap akan memiliki oksigen yang cukup untuk proses pembakaran maupun pengabuan sampel. Bahkan sistem ini juga membantu mengkondisikan keragaman suhu dalam chamber furnace dengan adanya aliran udara ambien yang dipanaskan lebih awal melalui sistem pemanas furnace yang nantinya disebarkan ke dalam chamber analisis. Sistem ini diilustrasikan pada Gambar 3.
 
 
Gambar 3. Ashing Furnace (A) Tampilan Ashing Furnace dan (B) Ilustrasi Aliran Udara pada Sistem Ashing Furnace
 
 
Dari segi aplikasi, Ashing Furnace memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan Muffle Furnace. Ashing Furnace lebih cocok digunakan untuk material - material yang bersifat flammable seperti batu bara atau yang sejenisnya, maupun sampel sampel dengan kadar organik yang terlalu tinggi bahkan hingga 25 gram. Oleh karena itu, jika sampel yang hendak diberi perlakuan memiliki kadar material organik yang relatif tinggi, maka ashing furnace sangat direkomendasikan untuk digunakan.
 
 
3. Tube Furnace
 
Berbeda dari Muffle Furnace dan Ashing Furnace, tube furnace memiliki prinsip pemanasan dengan menggunakan selubung yang diberikan perlakuan tambahan seperti vakum atau pengaliran gas. Furnace jenis ini biasanya digunakan untuk sampel dalam jumlah yang relatif sedikit dan membutuhkan atmosfer yang ideal dan dalam kondisi terkendali. Kondisi ideal yang dimaksud seringkali berkaitan dengan tingkat kemurnian atmosfer. Tube furnace seringkali diproyeksikan untuk beberapa aplikasi seperti wilayah tambang, riset material, chemical dan sejenisnya.
 
Keadaan vakum dan pengaliran gas ini dapat diterapkan dengan adanya ‘gas supply system’ pada alat tube furnace sehingga user dapat menggunakan gas inert seperti N2, Ar, He, dan CO2. Tidak hanya itu, gas supply system juga ada yang dibekali dengan adanya sistem pendinginan dengan air yang memungkinkan sampel untuk mencapai suhu ruang lebih cepat. Jenis tube furnace pun beragam yang bergantung pada desain, volume, jenis selubung tabung yang ditawarkan dan gas supply system yang diperlukan untuknya. 
 

Gambar 4. Tampilan Salah Satu Tipe Alat Tube Furnace

 
Sebenarnya furnace laboratorium memiliki beragam jenis tipe yang beredar di market. Selain muffle furnace, ashing furnace dan tube furnace, masih banyak lagi tipe furnace lainnya yang diaplikasikan untuk laboratorium. Namun ketiga tipe furnace laboratorium inilah yang biasanya sering dibutuhkan.
 
 

Cara Perawatan Furnace Laboratorium

Perawatan yang dibutuhkan untuk setiap jenis furnace laboratorium pastinya berbeda- beda. Hal ini bergantung pada jenis furnace-nya. Namun secara garis besar, untuk menjaga agar instrumen furnace tetap dalam kinerja optimalnya, user dapat melakukan langkah - langkah berikut : 

  1. Sebelum instalasi dilakukan, biarkan Alat Furnace berada pada tempat instalasi selama kurang lebih semalam agar alat menyesuaikan suhu dan kelembaban ambien ruangan;

  2. Instalasi exhaust system sangat direkomendasikan sebagai jalur pembuang panas yang dirilis oleh furnace. 

  3. Lakukan pre-heating terhadap Alat Furnace sebelum Alat furnace diaplikasikan pada sampel. Suhu dan durasi preheating dapat disesuaikan dengan yang tercantum pada instruksi manual alat. 

  4. Meletakkan, mengoperasikan, dan menyimpan Alat Furnace di ruangan dengan keadaan ambien sebagai berikut : 

  • Ketinggian tempat tidak melebihi 2000 m dari permukaan laut

  • Area penempatan alat bukan area yang termasuk dalam kategori Ex

  • Alat ditempatkan pada suhu ruang dengan kadar kelembaban disesuaikan dengan yang tercantum pada buku manual alat

  1. Hindari penggunaan peralatan yang dapat menggores ataupun meruntuhkan batu api pada furnace. 

  2. Akan jauh lebih baik jika sampel yang hendak dimasukkan ke dalam furnace sudah dalam keadaan kering. Penggunaan oven beberapa kali direkomendasikan untuk mengeringkan sampel sebelum proses pengabuan. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya penurunan efisiensi termal pada furnace yang dapat memicu proses pembakaran tidak sempurna pada chamber furnace. 

  3. Lakukan verifikasi dan kalibrasi, bahkan uji performa untuk memastikan bahwa Alat furnace masih dalam kategori baik.

  4. Umumnya pembersihan Alat furnace dapat dilakukan dengan menggunakan lap kering. 

  5. Khusus untuk tipe furnace bertabung, lakukan pengecekkan terhadap fisik tabung secara berkala. Keropos pada tabung akan membuat aliran gas dan panas di sepanjang selubung tabung menjadi tidak stabil dan dapat mengakibatkan proses sampel tidak berlangsung optimal. 

Cara - cara tersebut adalah langkah - langkah yang dapat ditempuh agar furnace laboratorium yang dimiliki dapat beroperasi dalam jangka waktu yang cukup lama. Meskipun begitu, langkah - langkah tersebut harus tetap disesuaikan dengan instruksi yang tertulis dalam buku manual. Dengan demikian, peran analis atau operator yang bersangkutan sangat krusial untuk memilih tipe furnace yang sesuai dengan tujuan aplikasi, mengetahui prinsip kerja alat tersebut hingga melakukan perawatan pada Alat furnace terkait agar operasional laboratorium dapat tetap berjalan sesuai dengan standar. 

 

Referensi :

 
 
 

Previous Article

Waterbath : Sistem dan Cara Perawatannya

Tuesday, 13 October 2026
VIEW DETAILS